Cara Memperbaiki Power Supply Handphone

Power supply atau SPU termasuk komponen yang ada pada komputer yang mempunyai fungsi sebagai pemberi tegangan serta arus listrik kepada komponen-komponen lainnya. Pada kesempatan kali ini, kita akan sedikit membahas tentang cara untuk memperbaiki kerusakan power supply pada handphone.

Perlu Anda tahu bahwa kerja pada power supply dengan memiliki jenis AC (alternating current) yang arus listriknya dapat memberi ubahan menjadi suatu arus DC (direct current) yakni searah. Ada beberapa langkah untuk memperbaiki power supply pada handphone Anda yang rusak.

  1. Melakukan Tes Power Supply

Jika Anda ingin melakukannya secara manual cukup hubungkan ujung kabel output tertentu. Jika ingin langsung mendapatkan hasil yang cepat dan praktis Anda bisa mencoba untuk menjalankan tes PSU secara otomatis. Tes ini dilakukan untuk mengetahui rusak atu tidaknya power supply handphone Anda.

  • Melepas Kotak Power Supply

Buka casing power supply handphone dan ambil kotak power supply, jika Anda sudah membukanya maka dari sini Anda akan mengetahui bagian-bagian yang sudah terbakar atau juga adakah komponen yang terbakar. Jangan lupa untuk membersihkan bekas lem agar Anda dapat mengecek adanya komponen dari koneksi suatu kabel dengan board. Cara yang satu ini dilakukan agar bisa memeriksa kemampuan pada kebocoran yang terjadi di bagian yang satu ini.

  • Periksa Komponen Per Bagiannya

Power supply memiliki beberapa komponen power supply yaitu transitor pembangkit, kapasitor serta dengan resistor, FUSE, transitor power, diode bridge. Pengecekan masing-masing komponen dapat dilakukan menggunakan avo meter atau juga dengan multimeter. Jika Jarum multimeter setelah diberi tegangan bergerak itu artinya tidak ada kerusakan tetapi jika jarum multimeter sudah diberi tegangan tapi tetap tidak bekerja tandanya ada salah satu komponen yang rusak. Segera ganti komponen yang dirasa rusak.

  • Tes Akhir

Jika komponen yang rusak sudah diganti, cek kembali alat yang sedang dibahas ini, yakni power supply apakah sudah berfungsi atau belum. Kembali gunakan avo meter atau multimeter untuk mendeteksinya.

Nah! Beberapa cara di atas semoga dapat dijadikan referensi. Komen di bawah jika Anda merasa terbantu dengan ulasan ini. Dapatkan banyak tips yang bermanfaat lainnya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *